Kapitalisme Yahudi versus Kapitalisme Cina

SHARE:

Ilustrasi restoran McD di China

KabarViral - Kapitalisme dianggap mengubah tatanan ekonomi dunia dan dominan dikuasai oleh pemilik modal, maka lahirlah komunisme lewat Karl Marx sebagai antitesa. Namun ditengarai Marxisme juga sebetulnya disponsori oleh kelompok kapitalis Yahudi sebagai “sparring partner” dan alat kontrol. Jika sudah sangat mengganggu maka akan dihancurkan. Oleh sebab itu Uni Soviet ketika Mikhail Gorbachev menjadi presidennya (1991) diruntuhkan dengan skema Glasnost andPerestroika. Seiring juga dengan runtuhnya tembok Berlin di Jerman Timur maka Jerman bersatu dan saat ini menjadi negara terkuat di Eropa.

Setelah hancurnya Uni Soviet, lalu muncullah Jerman sebagai negara utama di Uni Eropa, yang belakangan membuat Inggris keluar dari blok tersebut (Brexit), ini seperti bencana bagi kapitalisme Yahudi. Di Asia mereka terbentur dengan negara komunis Cina dengan skema State Capitalism yang terkenal dengan ambigu ‘One State Two Systems’. Sistem politik tetap menggunakan komunisme tapi untuk sistem ekonomi menggunakan sistem kapitalisme.

Cina dianggap sebagai negara sosialis yang dapat beradaptasi, memanfaatkan situasi, membangun negaranya dan berjaya sebagai negara terbesar dalam perdagangan dunia, serta memiliki GDP (Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto) terbesar, mencapai Rp 28.000 triliun melampaui negara pengekspor kapitalisasi, yakni Amerika Serikat (AS).

Cengkeraman kapitalisme Yahudi

Resesi ekonomi AS pada tahun 2008 yang merembet ke Eropa, Asia, dan belahan bumi lain yang terkait dengan ‘Sistem Keuangan Global’. Krisis Subprime Mortgage ditandai dengan bangkrutnya salah satu soko guru kapitalisme global, Lehman Brothers. Kita tahu bahwa Lehman Brothers bersama Goldman Sachs, JP Morgan Chase, Deutsche Bank, Citibank sebagai soko guru kapitalisme “gank The Fed” yang dipimpin AS.

Gerakan Yahudi Global dimulai tahun 1776, dengan gerakan illuminati, yakni disepakatinya oleh elite Yahudi dunia akan berkuasa di pentas global. Dimulai dengan mensponsori Revolusi Perancis 1709, Revolusi Rusia yang berujung dengan lahirnya komunisme sebagai keseimbangan untuk kapitalisme (1907) dan lahirnya AS sebagai lokomotif Yahudi.

Isu kesetaraan ditiupkan agar hierarki agama, sosial, dan feodalisme digerus dan kerajaan diganti dengan sistem demokrasi.

Lalu, lahirlah Protokol Zion 1842 dengan skema negara bangsa Yahudi dengan menganeksasi teritorial Palestina agar Israel muncul sebagai suatu negara. Pada era Protokol Zion lahirlah Aristocracy of Money. Uang menjadi tuhan dalam kehidupan sekularisme.

Soros sebagai generasi Yahudi berikutnya menyempurnakannya melalui bukunya “One Global One Government”, mempopulerkan One State One Society karena negara sudah tidak ada lagi demarkasi batas negara, melalui modal (kapitalisme).

Aristocracy of Money dimulai dengan lahirnya Federal Reserve (The Fed) yang dimiliki pemegang saham yang mengatur sistem moneter dunia. Untuk menancapkan kukunya yang tajam pada negara berkembang yang kaya sumber daya alam (SDA) dalam konteks Energy and Food Security, dikendalikan melalui lembaga donor yang berutang pada IMF (International Fund Monertary) dan Bank Dunia sebagai jaringan pengendali negara berkembang, termasuk Indonesia.

Negara berkembang dijebak melalui utang sehingga tidak bisa independen dalam hal orientasi dan kebijakan pembangunannya. Contoh ekstrem adalah Indonesia di era Soeharto yang ingin lepas landas dan melunasi utang pada tahun 1992 (periode ke-2 pembangunan jangka panjang 25 tahun), dijatuhkan dengan currency war(perang mata uang asing) di tahun 1997, dan setahun kemudian Soeharto jatuh oleh IMF (International Monetary Fund/Dana Moneter Internasional) dan Bank Dunia dengan strategi ‘bail-out’ yang dikenal dengan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) negara Indonesia terikat dengan skema AS (Yahudi). Demokrasi dijadikan alat menghasut rakyat untuk menyerang pemerintah yang dianggap otoriter.

Memudarnya kapitalisme Yahudi

Kapitalisme mengakuisisi sistem demokrasi karena tidak mempunyai “sparring partner” yang sepadan setelah Uni Soviet dan Jerman Timur rontok sebagai negara adikuasa. Keangkuhan para kapitalis membuatnya lengah dan terjadilah kebangkrutan ekonomi AS pada tahun 2008.

Keseimbangan datang dari Tuhan dengan lahirnya State Capitalism Cina sebagai pengimbang kapitalisme global.

Di saat AS ingin menguasai kembali perdagangan dunia, seperti ambisi Donald Trump, ternyata justru menghancurkan hegemoni AS sendiri, khususnya kapitalisme Yahudi. Tanpa disadari Rusia yang awalnya jadi partner AS sesuai rencana Trump, justru keterlibatan Rusia pada Pilpres AS tahun 2016 terbuka menjadi skandal, sehingga Rusia marah dan kembali menjadi musuh utama AS.

Sanksi ekonomi untuk Rusia dari Kongres AS membuat Presiden Rusia Vladimir Putin marah dengan mengusir ratusan diplomat AS di Rusia, AS membalasnya dengan hal yang sama serta menjatuhkan sanksi baru atas Rusia.

Dalam kampanye Pilpres 2016, Trump terang-terangan menyerang Cina sebagai seterunya, dan akan memenangkan perang dingin nantinya (proxy war AS versus Cina).

Faktanya, keberadaan Cina didukung negara-negara G20 di luar AS, menjadi batu sandungan sebagai seteru utama Yahudi. Trauma era Hittler dengan negara Jerman yang membantai (genocide) Yahudi di era Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Persekutuan Cina, Rusia, dan Jerman adalah persekutuan taktis melawan Yahudi (AS dan Inggris). Anehnya, Inggris malah mendukung skema One Belt One Road(OBOR) Cina dan terlibat dengan pembangunan pipa migas ke Timur Tengah.

Soko guru Yahudi seperti Rothschild (berasal dari Jerman berdomisili di Inggris) dengan kekayaan korporasinya yang mencapai USD 1 triliun sejak tahun 1760-an adalah keluarga Yahudi asal Jerman, pemilik Deutsche bank dan beberapa kerajaan keuangan dunia. Rothschild di Indonesia berpartner dengan Bakrie Bumi Resources (yang berujung konflik di peradilan niaga Singapura) adalah raksasa soko guru Yahudi.

Soko guru berikutnya keluarga Rockefeller, pemilik raksasa keuangan dunia JP Morgan Chase dan beberapa lembaga keuangan termasuk salah satu pemegang saham The Fed, Bank Sentral AS yang sahamnya dimiliki 12 konglomerat Yahudi. Rockefeller adalah raja minyak dunia (Texaco, Caltex, dan Exxon Mobile) menjadi kekuatan Yahudi yang terorganisir dan juga merupakan menantu JP. Morgan.

Rockefeller bersama Rothschild, JP. Morgan Jr dan Ford, pada tahun 1973 mendirikan trilateral lanjutan skema Protokol Zion dan pertemuan Bilderberg International upper class (kelas atas) bersatu dari AS, Eropa dan Jepang. Trilateral mensponsori kepala-kepala negara di AS, Eropa, dan Jepang dengan syarat The Global Financial Interest harus dilindungi.

Jadi, era transaksional dimana kapitalisme mengakuisisi demokrasi akarnya ada di sini, dan Indonesia menerapkannya lewat deregulasi Undang-Undang Politik (1998–2002) yang juga disponsori oleh kapitalisme global senilai USD 35 juta sebagai bagian reformasi (deregulasi).

Tahun 1973 Rockefeller mengundang 200 top bankir, businessman, politisi dan pemimpin serikat kerja negara berkonsolidasi untuk kelanggengan kerajaan keuangan global. Di antara pesertanya ada Jimmy Carter yang pada Pilpres AS tahun 1976 terpilih menjadi Presiden AS yang dinilai jujur dan merakyat. Jadi, isu populisme pertama diterapkan Yahudi pada saat terpilihnya Jimmy Carter menjadi Presiden AS; sedangkan Donald Trump adalah yang kesekian kalinya.

Dengan misi menjaga perdamaian dunia, AS sebagai polisi dunia mengatur ekonomi dunia dengan Federal Reserve sebagai pengatur, dan IMF/Bank Dunia sebagai operator untuk negara berkembang dan perbankan milik Yahudi seperti JP Morgan Chase, Goldman Sachs, Citibank dan Deutsche bank sebagai operator di setiap negara yang menjadi target mereka.

Strategi mereka dilakukan dengan globalisasi melalui pasar saham dan uang untuk pengendalian arus keuangan dunia.

Skema keuangan dunia melalui saham dan mata uang juga bisa dijadikan alat penekanan pada suatu negara yang tidak patuh pada sistem keuangan global. Namun skema saham dan mata uang ini juga yang membuat menjadi rentan menyebabkan VUCA (Volatility/Kesementaraan, Uncertainty/Ketidakpastian, Complexity, Ambiguity) terjadi pada fenomena perlambatan ekonomi global dan membuat ketidakpastian dalam ekonomi global, kegagalan AS pada tahun 2008 telah menjadi pelajaran berharga bagi AS.

Tercatat nama-nama Carl Icahn (Ichan Enterprises – pengusaha Yahudi generasi baru) adalah salah satu pengusaha Yahudi di sekitar Trump sebagai Koordinator Staf Khusus, Rex Tillerson eksekutif di Exxon Mobile yang juga sahabat Vladimir Putin. Di AS, saat ini soko guru Yahudi adalah keluarga Icahn, dengan kekayaan mencapai USD 86 miliar, berikutnya keluarga Walton yang memiliki Walmart riel terbesar di AS dengan kekayaan USD 144 miliar. Lalu ada nama Keluarga Rupert raja anggur dunia yang juga berpartner dengan Rothschild, pemilik brand Dunhill, Mont Blanc, dan Cartier. Ada pula Rupert Murdoch, raja pers dunia yang menjadikan AS sebagai operator opini publik dunia.

Tercatat juga nama keluarga Cargill sebagai raja pangan dunia, dengan kekayaan USD 490 miliar, yang berdiri sejak tahun 1865. Lalu menyusul Warren Buffett (USD 60,8 miliar), Jeff Bezos (USD 45,2 miliar), dan beberapa nama lainnya. Dapat dikatakan bahwa pengusaha Yahudi masih menguasai bisnis dunia baik di keuangan, pertambangan, mineral, pers, dan migas, serta pangan dunia.

Kita mengetahui bahwa konteks geo-ekonomi dunia dikuatkan oleh dua isu utama, yakni Energy Security (ketahanan energi) dan Food Security (ketahanan pangan) yang konon akan langka di tahun 2030 nanti.

Kapitalisme Yahudi memudar karena mulai dikritisi di AS pada tahun 2008 yang ditandai dengan runtuhnya Lehman Brothers dan goncangnya Goldman Sachs dan JP Morgan Chase. Situasi kemudian diperburuk dengan kehadiran Donald Trump yang menghancurkan pohon populisme sebagai pengimbang demokrasi, dunia menyadari kapitalisme telah membajak demokrasi di seluruh dunia. Kapitalisme global Yahudi sering menjadi sasaran saat demonstrasi, khususnya brand-brand AS di segala lini. Warren Buffett sebagai salah satu Yahudi terkaya menjadi pendukung utama pengkritik Trump, sehingga Yahudi yang di partai Demokrat menentang kebijakan Trump yang sangat tidak populis.

Dunia memahami kapitalisme Yahudi dengan operator Multinational Corp. sebagai operator saat ini mulai disaingi korporasi dari China’s Overseas, seperti Li Ka-shing (Cina–Taiwan), Robert Kuok (Malaysia), Anthony Salim (Indonesia), Michael Hartono dan Budi Hartono (Indonesia), Samsung, dan LG (Korea), khususnya dominasi beberapa sektor perdagangan Asia, dan tentu Jepang di industri otomotif dan elektronik.

Begitu juga di Eropa, mereka dapat saingan dari korporasi Jerman dan Perancis. Sementara Afrika praktis dikuasai Cina. Rusia tetap mendominasi di Eropa Timur, sehingga Proxy War AS vs Cina dibantu Rusia dan Jerman saat ini menjadi seimbang.

AS pasti memainkan politik dalam konteks geo-strategi dengan basis pertahanan, kita mengetahui untuk industri pertahanan sangat sulit menyaingi Paman Sam saat ini.

Konflik di Semenanjung Korea merupakan bagian dari upaya AS dalam menekan Cina agar mencegah Korea Utara dalam hal nuklir, dan ini dijadikan alasan penyatuan Korea. Selain itu, Kepulauan Spratly adalah posisi strategis perdagangan dunia dan kaya migas, akan diperebutkan oleh Cina dan Jepang bersama AS. Konon deposit migasnya No. 4 terbesar di dunia, yakni 17,7 miliar barrel.

Jika di perdagangan sulit menaklukkan Cina, tentu dengan geo-strategis AS pasti unggul, kecuali Cina bersatu dengan Rusia, namun sulit untuk memperoleh momentum dalam konflik di Semenanjung Korea

Bagi Indonesia, harus cerdas melihat Proxy War AS vs Cina, sebagai pionir negara non-Blok seharusnya jangan memihak, justru harus dapat mengoptimalkan pemanfaatannya untuk Indonesia. Jangan justru menjadi proxy salah satu kekuatan karena posisi geo-strategis Indonesia dalam perdagangan dunia dan potensi sumber daya alam yang menjadi magnitude AS dengan Cina.

Posisi Pelabuhan Sabang (Aceh), Belawan (Medan), dan Batam (Kepulauan Riau) jika dilakukan penyesuaian standar internasional tentu Singapura akan merasa tersaingi. Seperti kehadiran Perdana Menteri Inggris pada awal Pemerintahan Joko Widodo, yang datang secara mendadak karena khawatir dengan pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai Indonesia Poros Maritim, ketika menghadiri Forum Ekonomi Dunia (November 2014), mengingatkan agar jangan membangun pelabuhan Belawan. Kita juga ingat, di era 1970-an bahwa AS meminta agar Sabang sebagai pelabuhan bebas ditutup, diganti dengan skema Batam sebagai Otorita. Faktanya, Batam hanya menjadi tempat “pembuangan” industri dari Singapura.

Kekhawatiran Yahudi terhadap posisi strategis Indonesia menjadi rebutan AS dan Cina, sehingga proxy war dilakukan dengan berbagai cara.

-kabarviral/teropongs

COMMENTS

loading...
Nama

Ahok,3,Aktual,1,Alam,1,Artikel,2,Artis,6,Berita,41,Berita Internasional,15,Berita Nasional,2400,Breaking News,309,DR Zakir Naik,4,Facebook,87,Foto,2,Freeport,3,Gadget,1,Habib Rizieq syihab,2,Heboh,329,Hot News,17,Hot Tips,3,HTI,1,Ibadah,1,Ilmiah,1,Info,81,Inpiratif,14,INSPIRATIF,8,Inspiring,1,Internasional,12,Islam,10,Islami,23,istiwa,3,Jokes,1,Jokowi,5,Jokowi - Ahok,1,Kapolri Tito,1,kecantikan,4,Kehidupan,4,Kesehatan,33,Kisah,40,Kisah Haru,2,Kisah Hikmah,2,Korupsi,2,Kriteria Wanita,1,MANFAAT,2,Muslimah,5,Nasional,1,Opini Nasional,4,Palestina,2,Parenting,1,Penangkapan Aktivis Islam,2,Pendukung Ahok,5,per,2,Peristiwa,2396,Pernikahan,6,Persidangan Ahok,22,Pilkada DKI,8,Politik,7,Public Policy,2,relasi,1,religi,8,Remaja,1,Rohingya,15,Sejarah,2,Sensasi,1,Temuan,1,Tips,38,Trending,2,Tsaqofah Islam,1,Twitter,1,Video,30,Wanita,32,
ltr
item
Kabar Viral Netizen: Kapitalisme Yahudi versus Kapitalisme Cina
Kapitalisme Yahudi versus Kapitalisme Cina
https://1.bp.blogspot.com/-3k-gxYLruKY/Wb0rzQKpdzI/AAAAAAAAIqM/eX9s4zVQJ04GllCEvWfCarpxk9RSdWwVACLcBGAs/s640/medium_66IMG_20170916_135451.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-3k-gxYLruKY/Wb0rzQKpdzI/AAAAAAAAIqM/eX9s4zVQJ04GllCEvWfCarpxk9RSdWwVACLcBGAs/s72-c/medium_66IMG_20170916_135451.jpg
Kabar Viral Netizen
http://www.kabarviral.id/2017/09/kapitalisme-yahudi-versus-kapitalisme.html
http://www.kabarviral.id/
http://www.kabarviral.id/
http://www.kabarviral.id/2017/09/kapitalisme-yahudi-versus-kapitalisme.html
true
6298287397591316426
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close