Penolakan KPK dan aroma balas dendam kepada Amien Rais.

SHARE:



KabarViral - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan lembaganya tetap menolak keinginan Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais yang akan menemui pimpinan lembaga antirasuah itu terkait pelaporan dua nama orang penting di negeri ini yang diduga terlibat korupsi.

Selain itu, KPK juga menolak klarifikasi penerimaan uang Amien Rais sebesar Rp600 juta dari dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan.

"Pimpinan KPK sangat menghindari pertemuan dengan pihak yang terkait dengan perkara," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (04/06/2017) malam.

Sebelumnya, Pimpinan KPK, Laode M Syarief telah melarang niat rencana kunjungan mantan Ketua MPR itu ke kantornya. Menurutnya, jika Amien ingin membeberkan kasus korupsi dana alat kesehatan (Alkes) Kemenkes, ia hanya bisa melaporkan ke unit Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK.

"Pimpinan KPK tidak akan menerima kunjungan orang yang berhubungan dengan kasus yang tengah ditangani oleh KPK, Kalau beliau (Amien Rais) mau melaporkan sesuatu bisa saja beliau datang ke Dumas KPK ," ujar Laode di Jakarta, Sabtu (3/6/2017).

Pada tanggal 2, Jumat lalu, Amien Rais secara terbuka mengungkapkan bahwa pada hari ini (05/06) berencana akan menemui pimpinan KPK guna menjelaskan dan membeberkan persoalan tersebut.

Selain itu,  jika harus menunggu pemanggilan, ia khawatir KPK akan memanggilnya saat ia sedang beribadah umroh dan tentunya akan banyak fitnah yang dilancarkan dari pihak-pihak yang menginginkannya jika ia tidak mendatangi Gedung KPK.

"Pada Senin mendatang saya akan berkunjung ke kantor KPK untuk menjelaskan duduk persoalannya, sebelum saya berangkat umroh pada tanggal 8 Juni ini, kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh saya khawatir nanti dianggap lari dari tanggung jawab. Sekian dulu Sampai ketemu lagi insya Allah dikantor KPK besok, Senin 5 Juni 2017," ujarnya

Sementara itu, politisi PAN, Drajat Wibowo meminta lembaga KPK untuk bijaksana dalam menyikapi persoalan ini.

Menurutnya Jika Amien harus menunggu pemanggilan KPK, bisa dibayangkan bagaimana liarnya spekulasi di pers maupun medsos.

Betapa besar kerusakannya. "Karena itu, wajar dong kalau pak Amien mendatangi KPK untuk memberi keterangan," ujar Drajat.

Drajat pun menyayangkan sikap KPK yang baru mendalami data tentang dugaan aliran dana ke Amien, tetapi sudah disebutkan dalam tuntutan oleh JPU KPK.

"Sudah nama beliau disebut, dipermalukan tanpa dimintai keterangan, sekarang mau memberi keterangan kok malah ditolak seperti kata jubir KPK," ujarnya.

Dukungan untuk Amien dan Aroma Politik Balas Dendam

Menanggapi respons KPK yang tetap menolak kedatangan tokoh Reformasi tersebut, Amien Rais memastikan untuk tidak mendatangi Gedung KPK secara langsung tetapi memilih mengirimkan utusannya.

Ketiga utusannya tersebut yakni Anak Kandungnya yang kini duduk di Komisi I DPR RI, Hanafi Rais, Ketua Presidium 212, Ansufri ID Sambo, dan Politisi PAN, Drajat Wibowo.

"Kita diutus ke sini. Kita mau pastikan dulu bisa diterima nggak, kalau nggak terima alasannya apa? Kalau gak siap, kapan siapnya?” kata Sambo.

Sebelum mendatangi Gedung KPK, beberapa tokoh pergerakan dan politik mengaku perlu menanyakan terlebih dahulu kepada KPK guna memastikannya terlebih dahulu, supaya nantinya mantan ketua Muhammadiyah itu tidak dilecehkan.

"Tidak mungkin Pak Amien datang (ke KPK), nanti (kalau) ditolak kan merendahkan Pak Amien," ujarnya.

Menurut Sambo, dugaan penerimaan uang Rp 600 juta kepada Ketua Penasihat Presidium 212 merupakan politik balas dendam pemerintahan Jokowi

"Ini politik balas dendam dan (ingin) membumi-hanguskan (pergerakan), Kan Pak Amien Ketua Penasihat Presidium 212," ujarnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menilai pernyataan Jaksa KPK yang menyebut mantan Ketua Umum PAN, Amien Rais menikmati cipratan dana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan sangatlah tendensius untuk menjatuhkan nama besar Amien.

"Pernyataan JPU KPK bahwa Amien Rais menerima aliran dana dari Mantan Menkes Siti Fadilah Supari adalah sangat bertendensi character assasination (pembunuhan karakter) terhadap tokoh Reformasi Amien Rais," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Minggu (04/06) malam.

Pasalnya, kata Din, tak ada bukti dan fakta yang menyebut Siti Fadilah pernah memberi atau mentransfer dana kepada Amien Rais, selain itu ia juga mengecam KPK yang mengkaitkan organisasi "Muhammadiyah" dalam kasus yang digarapnya tersebut.

Sebagai informasi, dugaan penerimaan uang Amien Rais ini mencuat dalam sidang tuntutan Siti Fadilah. Nama Amien muncul dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum KPK. Dia disebut menerima aliran dana hingga Rp 600 juta, yang ditransfer sebanyak enam kali.

Transfer kepada mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu pertama kali dilakukan pada 15 Januari 2007, kemudian 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007 dengan masing-masing transfer Rp100 juta.

Amien bukan satu-satunya tokoh Partai PAN yang disebut menikmati uang korupsi alkes di Kementerian Kesehatan. Mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir juga disebut menerima dana Rp250 juta pada 26 Desember 2006.

Amien menerima uang tersebut dari Nuki Syahrun selaku Ketua Sutrisno Bachir Foundation (SBF). Nuki merupakan adik ipar dari Sutrisno Bachir, yang kini menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Nuki Syahrun memerintahkan sekretaris pada Yayasan SBF, Yurida Adlaini, untuk memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah, salah satunya Amien Rais.

PT Indofarma merupakan perusahaan yang ditunjuk langsung Siti Fadilah untuk menggarap proyek Alkes di Kementerian Kesehatan guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005.

Sutrisno Bachir sudah menegaskan bahwa uang sebesar Rp600 juta yang diberikan kepada Amien Rais lewat yayasannya tak terkait dengan kasus pengadaan Alkes Siti Fadilah. Uang ratusan juta yang diberikan selama enam bulan kepada Amien itu disebut berasal dari kocek pribadinya. -rimanews

COMMENTS

loading...
Nama

Ahok,3,Aktual,1,Alam,1,Artikel,2,Artis,6,Berita,41,Berita Internasional,15,Berita Nasional,2433,Breaking News,309,DR Zakir Naik,4,Facebook,87,Foto,2,Freeport,3,Gadget,1,Habib Rizieq syihab,2,Heboh,329,Hot News,17,Hot Tips,3,HTI,1,Ibadah,1,Ilmiah,1,Info,81,Inpiratif,14,INSPIRATIF,8,Inspiring,1,Internasional,12,Islam,10,Islami,23,istiwa,3,Jokes,1,Jokowi,5,Jokowi - Ahok,1,Kapolri Tito,1,kecantikan,4,Kehidupan,4,Kesehatan,33,Kisah,40,Kisah Haru,2,Kisah Hikmah,2,Korupsi,2,Kriteria Wanita,1,MANFAAT,2,Muslimah,5,Nasional,1,Opini Nasional,4,Palestina,2,Parenting,1,Penangkapan Aktivis Islam,2,Pendukung Ahok,5,per,2,Peristiwa,2429,Pernikahan,6,Persidangan Ahok,22,Pilkada DKI,8,Politik,7,Public Policy,2,relasi,1,religi,8,Remaja,1,Rohingya,15,Sejarah,3,Sensasi,1,Temuan,1,Tips,38,Trending,2,Tsaqofah Islam,1,Twitter,1,Video,30,Wanita,32,
ltr
item
Kabar Viral Netizen: Penolakan KPK dan aroma balas dendam kepada Amien Rais.
Penolakan KPK dan aroma balas dendam kepada Amien Rais.
https://1.bp.blogspot.com/-Yz7NH5z2djU/WTUwc4gpK9I/AAAAAAAAFgo/b5g-da7TuaU0pg1E92CJhbvweuVrTtrSgCLcB/s640/24.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Yz7NH5z2djU/WTUwc4gpK9I/AAAAAAAAFgo/b5g-da7TuaU0pg1E92CJhbvweuVrTtrSgCLcB/s72-c/24.jpg
Kabar Viral Netizen
http://www.kabarviral.id/2017/06/penolakan-kpk-dan-aroma-balas-dendam.html
http://www.kabarviral.id/
http://www.kabarviral.id/
http://www.kabarviral.id/2017/06/penolakan-kpk-dan-aroma-balas-dendam.html
true
6298287397591316426
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy